Kabut Asap Makassar, Penerbangan hingga Kesehatan Terganggu, Pemkot Minta Warga Pake Masker

INDEPENDENews.com, MAKASSAR – Kabut asap yang diduga berkaitan dengan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di sejumlah wilayah Indonesia berdampak pada kualitas udara Kota Makassar, Sulawesi Selatan. Pada 12 Oktober 2026, kondisi tersebut turut mengganggu operasional Bandara Internasional Sultan Hasanuddin hingga menyebabkan tujuh penerbangan batal dan 1.070 penumpang terdampak, dilansir dari Detikcom.

Hingga saat ini, Rabu 14 Oktober 2026 kabut asap masih menyelimuti kota Makassar.

Data kualitas udara BMKG Wilayah IV Makassar yang diperbarui pada 9 Oktober 2026 pukul 10.45 Wita menunjukkan konsentrasi partikulat halus PM2.5 mencapai 85,3 mikrogram per meter kubik (µg/m³). Angka tersebut masuk kategori tidak sehat, menurut Kepala Pelaksana BPBD Makassar Muh Fadli Tahar.

Fadli menjelaskan bahwa penurunan kualitas udara dapat dipengaruhi oleh berbagai sumber, mulai dari kebakaran hutan dan lahan hingga pembakaran terbuka serta pergerakan angin yang membawa partikel dari wilayah lain.

“Penurunan kualitas udara dapat dipengaruhi oleh sejumlah faktor, termasuk kebakaran hutan dan lahan (karhutla), pembakaran terbuka, serta pergerakan angin yang membawa partikel dari wilayah lain,” ujar Muh Fadli Tahar, Kepala Pelaksana BPBD Makassar.

Menurut Fadli, pergerakan angin berpotensi membawa asap dari Kalimantan menuju Sulawesi Selatan. Angin dari arah timur juga memungkinkan asap dari kawasan Papua dan Maluku mencapai wilayah tersebut. Kebakaran lahan di sejumlah daerah di Sulawesi Selatan turut berpotensi menjadi sumber partikulat, tetapi kontribusi masing-masing sumber masih memerlukan analisis resmi.

BPBD Makassar meminta masyarakat tidak menyebarkan dugaan mengenai asal kabut asap tanpa dukungan informasi terverifikasi.

“Oleh karena itu, BPBD mengimbau masyarakat tidak berspekulasi mengenai asal kabut asap dan tidak menyebarkan informasi yang belum terverifikasi,” ujar Muh Fadli Tahar.

Gangguan penerbangan tercatat pada Senin, 12 Oktober 2026. General Manager Bandara Internasional Sultan Hasanuddin, Ruly Artha, menyebut pembatalan melibatkan Lion Air, Sriwijaya Air, dan Wings Air dengan total 1.070 penumpang terdampak.

“Berdasarkan data operasional pada Senin, 12 Oktober 2026, tercatat 7 penerbangan mengalami pembatalan dengan total 1.070 penumpang terdampak. Pembatalan tersebut melibatkan maskapai Lion Air, Sriwijaya Air, dan Wings Air,” ujar Ruly Artha, General Manager Bandara Internasional Sultan Hasanuddin.

Tujuh penerbangan yang dibatalkan meliputi Lion Air JT-940 menuju Sorong dengan 189 penumpang, JT-888 menuju Ambon dengan 196 penumpang, dan JT-944 menuju Sorong dengan 168 penumpang. Sriwijaya Air SJ-902 menuju Sorong membawa 124 penumpang dalam daftar penerbangan terdampak.

Pembatalan lainnya meliputi Lion Air JT-896 menuju Ternate dengan 168 penumpang, Wings Air IW-1300 menuju Mamuju dengan 36 penumpang, serta Lion Air JT-980 menuju Ternate dengan 189 penumpang.

Manajemen bandara berkoordinasi dengan maskapai untuk menangani penumpang melalui pengembalian dana tiket, penjadwalan ulang penerbangan, dan penyediaan area istirahat sesuai kondisi serta ketentuan yang berlaku.

“Dalam penanganan penumpang terdampak, manajemen bandara berkoordinasi dengan maskapai penerbangan untuk mendukung penyediaan langkah penanganan sesuai kondisi dan ketentuan yang berlaku,” ujar Ruly Artha.

Bandara juga berkoordinasi dengan AirNav Indonesia dan BMKG untuk memantau perkembangan cuaca serta mendukung keselamatan operasional penerbangan. Ruly meminta calon penumpang memeriksa status penerbangan melalui saluran resmi maskapai sebelum berangkat menuju bandara.

“Bagi calon penumpang, kami mengimbau agar selalu memantau informasi terbaru mengenai status penerbangan melalui kanal resmi maskapai masing-masing serta memastikan kembali jadwal keberangkatan sebelum menuju bandara,” ujar Ruly Artha.

Pemerintah Kota Makassar turut menyiapkan langkah perlindungan kesehatan bagi warga.

Wali Kota Makassar Munafri Arifuddin menginstruksikan Dinas Pendidikan dan Dinas Kesehatan untuk menyediakan masker gratis, terutama bagi anak sekolah, lanjut usia, dan ibu hamil.

Munafri menyatakan keprihatinannya atas kondisi udara yang memburuk akibat kabut asap dan menempatkan perlindungan masyarakat sebagai perhatian pemerintah kota.

“Saya merasa prihatin dengan kondisi kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan serta penurunan kualitas udara yang terjadi saat ini,” ujar Munafri Arifuddin, Wali Kota Makassar.

Instruksi pembagian masker ditujukan kepada kelompok yang dinilai perlu mendapat perhatian dalam upaya mengurangi risiko gangguan kesehatan akibat paparan kabut asap.

“Saya sudah instruksikan Dinas Pendidikan dan Dinas Kesehatan menyiapkan masker untuk dibagikan secara gratis kepada anak-anak sekolah dan kelompok rentan, termasuk para lanjut usia dan ibu hamil,” ujar Munafri Arifuddin. (*)